|
Dalam 3 bulan kedepan, Pesut Net Mengembangkan Internet Via TV Kabel. Pengembangan ini didasari pada berkembangnya TV Kabel di Samarinda yang CORE-nya hanya dimanfaatkan untuk Analaog.
Dalam sistem TV kabel, sinyal dari berbagai kanal disalurkan melalui "sepotong" frekuensi sebesar 6MHz saja dari pita frekuensi yang ada dan dikirimkan melalui kabel ke pelanggan. Dalam beberapa sistem, kabel koaksial hanya media untuk mendistribusikan sinyal. Di sistem lain, kabel fiber optic ditarik dari perusahaan penyedia layanan TV kabel ke berbagai wilayah utama. Di tempat tersebut kabel fiber optic diubah sinyalnya untuk dialirkan menggunakan kabel koaksial ke rumah-rumah pelanggan. Bandwidth internet dialirkan ke pelanggan sama halnya dengan mengalirkan kanal siaran televisi. Bahkan upstream menggunakan sedikit frekuansi saja, sekitar 2 MHz, dengan asumsi kebanyakan pengguna Internet lebih banyak melakukan download daripada upload. PERANGKAT
Untuk mengalirkan upstream dan downstream pada TV kabel memerlukan dua tipe perangkat: cable modem pada sisi pelanggan dan sebuah Cable Modem Termination System (CMTS) pada sisi penyedia layanan TV kabel. Cable modem dapat berupa perangkat internal atau eksternal pada sebuah PC. Dalam beberapa kasus, cable modem dapat berupa bagian dari sebuah set-top cable box, yang hanya membutuhkan keyboard dan mouse untuk dapat berinteraksi dengan Internet. Perangkat CMTS mengumpulkan lalu lintas data dan meneruskannya ke ISP. Pada sisi penyedia layanan TV kabel terdapat server yang berurusan dengan billing, logging, DHCP (dynamic host configuration control, bertugas melakukan assign IP address ke pelanggan) dan server untuk mengontrol protokol DOCSIS (Data Over Cable Service Interface Specification, sebuah standar yang digunakan di Amerika untuk sistem Internet via TV kabel). Data downstream mengalir ke semua pelanggan yang terhubung seperti network Ethernet, terserah perangkat pada setiap koneksi untuk memutuskan apakah sebuah blok data adalah untuknya atau bukan. Pada sisi upstream, data dikirimkan dari pelanggan ke CMTS dan pelanggan lainnya tidak akan dapat melihatnya sama sekali. Bandwidth upstream yang sempit itu dibagi dalam satuan waktu, yaitu dalam milisecond, yang mana dalam satuan waktu tersebut seorang pelanggan dapat melakukan sekali "semprot" data ke Internet. Perangkat CMTS memungkinkan seribu orang terkoneksi ke Internet melalui sebuah kanal 6 MHz. Bila sebuah kanal mampu menampung 30 hingga 40 megabit perdetik maka ini sudah lebih cepat daripada koneksi dengan modem dial-up 56K. Bagaimanapun juga penggunaan kanal tunggal ini mempunyai efek bagi para pengguna cable modem. Bila Anda sudah terkoneksi duluan ke Internet melalui sebuah kanal yang masih kosong, maka Anda dapat memanfaatkan seluruh bandwidth hanya untuk keperluan Anda. Namun seiring dengan adanya penambahan pelanggan baru, terutama pelanggan yang boros bandwidth, Anda terpaksa harus berbagi bandwidth dengannya dan Anda akan merasakan penurunan unjuk kerja yang signifikan. Mungkin saja terjadi, pada saat koneksi penuh, unjuk kerja akan jauh dibawah teori. Berita baiknya, penurunan unjuk kerja ini dapat diatasi dengan menambahkan kanal baru dan membagi rata jumlah penggunanya. Satu lagi keuntungan cable modem adalah unjuk kerjanya tidak dipengaruhi jarak antara pelanggan dan CMTS. (dt)
|